Open mula mula jadi guru sekolah rakyat, sudah itu jadi muslim, lantas jadi pengarang, kemudian jadi tukang jahit.
Tentang perawakannya tak banyak yang dapat diceritakan. Ia punya dua kaki, dua telinga, dua mata dan satu hidung. Bahwa lobang hidungnya ada dua, itu sudah sewajarnya. Open seperti manusia lain, lain tidak.
Tapi namanya memang mempunyai riwayat. Itu tidak dapat disangkal. Beribu ribu nama lain ada, Abdullah, Efendi, Al`aut, dan Buniwak -- enak kedengaran dan sedap dilihat jika ditulis. Dan orang orang yang kritis sudah pasti tidak akan merasa puas, jika tidak diterangkan mengapa Open bernama Open.
Open sendiri sudah barang tentu tak ada baginya dalam memberi nama itu. Waktu itu ia masih merah: sebentar sebentar ia berteriak dan buru buru datang ibunya berbuka dada dan disodorkannya ke mulut bayi itu sesuatu yang menjulur dari dada terbuka itu. Open menghirup dengan senangnya, berhenti berteriak dan setelah selesai, tidur dengan nyenyaknya.
Pekerjaan ayah dan ibunya memberikan nama itu dan orang yang pernah mengalami ini, pasti akan mengakui bahwa pekerjaan itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Mula mula ayah dan ibu ini mau menanyakan kepada dukun, apa nama yang terbaik bagi anaknya. Tapi ini segera dibuangnya jauh jauh. Mereka merasa hina berhubungan dengan dukun, karena di sekolah HIS dulu mereka belajar, bahwa dukun pembohong, tidak pintar dan harus dijauhi, jika hendak selamat. Sudan itu mereka hendak memberi nama "Ali" saja kepada anaknya, tapi tetangganya bernama juga bernama Ali dan ia ini adalah buaya besar, penjudi, pengadu ayam. Dan mereka tak mau anaknya menjadi buaya dan pengadu ayam pula kelak.
Pada suatu hari ayahnya itu bermimpi. Mimpi tentang kota New York dan gedung gedungnnya yang menjangkau awan, tapi entah karena apa, selalu saja mendengking di telinganya satu perkataan Belanda: Openhartig. Waktu ia mandi pagi-pagi keesokan harinya masih kedengaran olehnya: openhartiig--openhartig--openhartig. Ya, waktu di kamar kecil pun, tentang mana orang tak pernah openhartig, di sini pun membisik di telinganya: openhartig-- openhartig--openhartig.
Dan waktu hal ini diceritakan ayah ini kepada istrinya, istri itu meloncat setinggi langit dan gembira ia berkata, "Ini bisikan Tuhan, tolol. Anak kita harus jadi orang yang berterus terang, openhartig. Mari kita namakan saja -- Open."
Ayah itu membelalakkan mata dan katanya, "Apa kau bilang? Anak kita diberi nama Open? Engkau gila!"
Tapi seperti biasanya dalam hal ini, istri mesti dan selalu menang dan begitu Open bernama Open. Apakah ia besarnya betul betul jadi orang berterus terang, openhartig, tentu orang lain yang menentukan, bukan Open. Tapi waktu ia dengar dari ibunya tentang riwayat nama ini, sejak dari itu, Open sungguh sungguh berniat dalam hatinya, akan mengabulkan cita cita ibunya itu, artinya ia akan berusaha sedapat mungkin dalam hidupnya akan berterus terang dalam segala hal.
Waktu ia jadi guru sekolah rakyat, saban ia hendak masuk kelas untuk memberi pelajaran, ia selalu ingat kepada cita cita ibunya ini, dan sebab itu ia selalu memulai pelajarannya dengan, "selamat pagi, anak anak. Kemarin aku telah kawin dengan seorang gadis di kota ini. Aku sengaja tidak mengundang kamu sekalian, karena aku pikir, kamu tak akan dapat memberi apa-apa. Apa pula yang dapat diharapkan dari anak anak, bukan?... Eh, Amat! berapa 41x41 !?"
Atau spada lain kali ia menceritakan panjang lebar tentang perselisihannya dengan istrinya itu. Waktu itu ia pakai celana pendek saja dan istrinya pegang golok. Kata bersahut dengan kata dan tiba tiba istrinya mengejar dia dengan golok itu dan dia berlari pontang panting. Dan bagaimana ia berlari, dicobakannya pula di muka kelas. Anak anak pada tertawa, seorang berkata, "Ah pak guru takut sama istri." Yang lain berkata: kasihan Pak guru, dirongrong terus-terusan oleh istrinya."
Anak anak yang berpihak pada pendapat pertama lebih banyak dan itu sebabnyak sejak dari itu Open bernama: guru golok, dan karena perkataan golok sangat baik bersajak dengan goblok, Open akhirnya bernama: guru goblok Setiap ia masuk kelas, ada saja anak anak nakal yang berteriak keras keras: selamat pagi, guru goblok.... blook.. blookkk... bloook. Atau jika ia pagi pagi masuk dengan sepeda antiknya ke dalampekarangan sekolah, berteriak dari segala penjuru, gobloooook... blook.. bloook.. goblook!"
Orang yang sesabar sabarnya akhirnya marah juga. Dan Open adalam orang yang selalu menurutkan perkataan hatinya. Jika hati ini berkata: pegang seorang anak dan pukul dia, ia memegang seorang anak yang terdekat darinya, lalu dipukulnya. Rasanya oleh Open, ia memukul hanya pelan, tapi dari telinga anak itu keluar darah.
Dan inilaih sebabnya datangnya orang tua murid yang kena pukul itu ke sekolah, guru kepala memaki maki Open dan akhir cerita: Open diberhentikan.
bersambung. . . .
0 komentar:
Poskan Komentar